Categories
Dunia Balap Motor

Insiden Paling Kontroversial dalam Dunia MotoGP !

Dalam dunia balap Motor seperti MotoGP ini nyatanya menuai beberapa Insiden yang sangat kontroversial dan sedikitnya ada yang tidak bisa untuk dihindari. Mungkin bagi kalian para pecinta dari dunia MotoGP ini masih ingat betul mengenai bagaimana kontroversial antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez pada sirkuit Sepang – Malaysia dalam beberapa musim yang lalu.

Kedua pembalap ternama ini memang sedang terlibat sedikit masalah, ditambah lagi ada adegan sengit dimana keduanya terlihat dikamera saling susul dan berujung pada aksi tendangan yang dilontarkan oleh Rossi ke Marc Marquez. Setelah selesainya balapan tersebut, perang kata juga saling dilontarkan oleh kedua pihak yakni Marquez dengan Rossi. Insiden inilah yang mungkin sampai detik ini masih teringat jelas oleh para penggemar dunia MotoGP menjadi kasus yang paling kontroversial. Sebab, tidak bisa berlaga secara profesional.

Sebenarnya jauh sebelum Rossi dengan Marquez ada juga beberapa insiden yang kontroversial pernah dibuat oleh para pembalap ternama lainnya. Dan dalam hal ini kami sudah kumpulan beberapa rangkaian dari Insiden paling Kontroversial yang bisa kalian temui dalam dunia balap MotoGP.

Insiden Kontroversial 1 “ Sirkuit Philip Island – 1990 “

Lokasinya ada di negara Australia, Insiden ini antara Hans Spaan dengan Loris Capirossi. Isu mengenai konspirasi ini nyatanya juga pernah berembus langsung sejak dulu. Hal ini sudah terjadi saat balapan kelas 125 CC yakni pada musim sirkuit Philips Island – Australia tahun 1990 silam. Terdapat 4 pembalap dari negara Italia yang bernama Loris Capirossi – Dariano Romboni – Fausto Gresini dan terakhir bernama Bruno Casanova. Mereka berempat ini diduga bekerja sama untuk menjatuhkan pembalap yang berasal dari Belanda yakni Hans Spaan yang sedikit lagi mendapatkan juara ada di tangannya.

Saat balapan tersebut baru dimulai, keempat pembalap yang berasal dari Italia ini mencoba langsung mengganggu jalannya Spaan di sepanjang Race tersebut. Merasa benar-benar dipermainkan disini Hans Spaan sendiri naik darah dan pada saat sedang adu salip dengan Gresini Spaan disini mencoba langsung untuk menonjok Gresini. Bogeman mentah tersebut tidak sampai mengenai mpo slot dan Gresini dan pada akhirnya menyebabkan kerugian tersendiri bagi Hans Spaan. Gelar juara terpaksa harus terlepas dari tangannya dan direbut langsung oleh Capirossi yang berhasil menuju duluan ke garis finish di urutan pertama.

Insiden Kontroversial 2 “ Sirkuit Autodromo Oscar Alfredo Galvez – 1998 “

Lokasinya sendiri ada di negara Argentina, dan disini Capirossi lagi dan lagi kembali menjadi pemberitaan hangat. Keberhasilan dirinya dalam menjuarai 250 Cc menuai insiden yang sangat kontroversial. Pada balapan terakhir yang digelar di Argentina tahun 1998 silam. Dirinya yakni Capirossi ini melakukan adu saing yang sangat amat sengit dengan pimpinan klasemen Tetsuya Harada dan jarak keduanya ini hanya terpisahkan 2 poin saja.

Disaat tengah memimpin jalannya perlombaan pada lap terakhir, Harada ini ditabrak oleh Capirossi dengan sangat keras yang kala itu tepat berada di belakangnya. Senggolan yang diakibatkan kesengajaan Capirossi ini akhirnya membuat Harada Jatuh dan terpental. Sementara itu, Capirossi sendiri bisa menjaga keseimbangan yang dimilikinya sampai pada akhirnya bisa melaju ke garis finish.

Insiden Kontroversial 3 “ Sirkuit Jerez – 2005 “

Lokasinya sendiri ada di negara Spanyol. Perseteruan atau insiden yang menyebabkan berakhirnya pada dunia Kontroversial ini dialami langsung oleh Valentino Rossi atau The Doctor dengan pembalap lainnya bernama Sete Gibernau yang sudah dimulai sejak satu tahun sebelumnya yakni 2004. Keduanya benar-benar mengalami insiden ketika berada di edisi MotoGP Qatar yang membuat pembalap Rossi ini mendapatkan sebuah hukuman Penalti atau hukuman keras dalam dunia balap.

Dan saat ini, persaingan dari Rossi dengan Gibernau selalu saja panas. Salah satu balapan yang paling panas diantara kedua pembalap tersebut terjadi pada Sirkuit Jerez sejak 2005 silam. Disini Rossi dengan Sete Gibernau akhirnya saling susul pada sebuah tikungan terakhir menjelang adanya garis finish. Keduanya lalu sempat mengalami benturan satu sama lain, dengan insiden tersebut mengharuskan Gibernau pembalap asli dari Spanyol ini keluar sirkuit dan membiarkan Rossi untuk mengambil gelar juara tersebut.

Insiden Kontroversial 4 “ Sirkuit Estoril – 2006 “

Lokasinya ada di negara Portugal. Hal ini terjadi diantara pembalap ternama yakni Dani Pedrosa dengan Nicky Hayden. Memang sempat terjadi kesalahan yang sangat fatal dilakukan oleh Dani Pedrosa disaat sedang melakukan ajang balap pada Sirkuit Estoril di negara Portugal tahun 2006. Saat itu Dani Pedrosa sedang berada di belakang Hayden yang merupakan rekaan dari setimnya yakni Repsol Honda. Disini Dani Pedrosa sendiri terpeleset langsung dan juga terjatuh dikarenakan memang tidak mampu dalam menguasai motornya.

Akibat kejadian fatal tersebut, Dani Pedrosa memiliki motor yang menyambar motor langsung dari Hayden. Kedua pembalap ternyata langsung tersungkur atau jatuh sampai benar-benar tidak bisa melanjutkan lagi ajang balapan tersebut di sirkuit ini. Kekesalan ini terlihat jelas di dalam diri Hayden saat sedang berjalan ke Safety Zone Estoril. Pembalap Amerika Serikat ini pantas saja dan memang sewajarnya kesal. Hal ini dikarenakan memang dirinya sedang berjuang untuk memburu Valentino Rossi demi mempertahankan adanya posisi tersebut pada klasemen yang berlangsung.

Insiden Kontroversial 5 “ Sirkuit Sepang – 20015 “

Lokasi dari sirkuitnya ada di Negara Malaysia. Dimana berlomba langsung di Sirkuit Sepang Malaysia pada tanggal 25 Oktober tahun 2015 ini, Rossi sendiri sudah melakukan sebuah tindakan tidak pantas dipertunjukan atau masuk kategori yang benar-benar tidak terpuji kepada pembalap lainnya yakni Marc Marquez. Pada saat lap ketujuh tiba, di tikungan ke -14 The Doctor alias Valentino Rossi sengaja ataupun tidak sengaja menendang motor The Baby Alien yakni motor Marc Marquez sampai benar-benar terjatuh.

Buntut dari insiden yang sangat kontroversial ini, Valentino Rossi sendiri sudah dijatuhi hukuman 3 poin penalti dan juga sudah mendapat posisi paling buncit ketika sedang menjalani seri terakhir pada GP Valencia yakni negara Spanyol. Pembalap berusia 36 tahun itu akhirnya kehilangan gelar juara dunia yang jatuh ke lawannya yakni jorge Lorenzo yang mana sudah unggul 5 poin pada klasemen terakhir.

Setelah adanya insiden ini, mulai muncul isu-isu konspirasi yang menyebut jika sejumlah pembalap dari negara Spanyol termasuk Marc Marquez sengaja membantu Lorenzo dalam meraih adanya gelar juara dunia. Dan cerita mengenai Rossi dengan Marc Marquez yang ada d Sirkuit Sepang ini selalu saja menjadi salah satu sejarah yang paling kontroversial di dalam sejarah MotoGP.

Selain itu, disini ada juga beberapa insiden kontroversial lainnya yang dibuat oleh Rossi seperti yang dilakukannya pada GP Qatar 2004 l GP Spanyol 2005 l GP Portugal 2006 l GP Amerika Serikat 2008 l GP Spanyol 2013 l GP Argentina 2015 l GP Belanda 2015 l GP Malaysia 2015 l GP Valencia 2015 l GP Argentina 2018.

Categories
Dunia Balap Motor

Kumpulan Juara Dunia MotoGP dari Team Suzuki

Pandemi Covid-19 nampaknya dirasakan dan dialami oleh beberapa pembalap MotoGP ternama yang ada di dunia. Seperti halnya Marc Marquez dan juga Valentino Rossi ini tidak akan bisa tampil semaksimal mungkin. Akibatnya, dari para pembalap lapis kedua seperti Joan Mir menyodok masuk. Sampai dengan hari ini, Joan Mir juga masih kokoh ad di puncak klasemen sementara setelah menang dalam MotoGP Eropa di pekan lalu. Dalam hal ini Joan Mir juga sudah memasuki puncak klasemen dengan 162 poin dan dirinya bisa unggul atas 37 poin atau dari dua pesaing terdekatnya yakni Fabio dengan Alex. 

Nah ngomong-ngomong tentang Joan mir yang sampai detik ini masih dikagumi atas kemenangannya, nyatanya ada beberapa juara dunia ternama dalam ajang MotoGP dari team Suzuki. Dimana kita tahu, ada yang dari tim Yamaha,  Suzuki, dan juga Honda yang jauh lebih terkenal keberadaannya. Kali ini, kami akan membahas beberapa juara dunia yang masuk ke dalam Team Suzuki.

Juara MotoGP Team Suzuki 1

Bernama : Barry Sheene di tahun 1976 – 1977 

Pembalap yang satu ini memang berasal dari negara Inggris dan telah menjadi penunggang dari Motor Suzuki pertama berjaya yakni di tahun 1976 – 1977. Sheene sendiri sudah dikontrak oleh Suzuki untuk pertama kali pada tahun 1972 / 1973 dalam memenangkan kejuaraan Formula 750 Eropa dan baru dibentuk pada tahun 1973 silam.

Lalu di tahun 1974 silam, Suzuki juga sudah memperkenalkan adanya RG500 yang langsung saja dikendarai oleh Sheene dalam posisi ke 2 – 3 – 4 dengan skor dari 30 poin serta finish ke-enam dalam kejuaraan dunia. Sebuah kecelakaan spektakuler di Daytona 200 pada musim 1975 silam, karis dari Sheene sendiri sempat terancam. Dimana terancam disini bukan sebuah hukuman, yakni ancaman bagi tubuhnya yakni Paha Kiri, Lengan Kanan, Tulang Selangka sampai dengan 2 Tulang Rusuknya akhirnya patah. 

Namun yang membuat Ajaibnya Sheene sendiri pulih dan mulai membalap lagi 7 minggu kemudian. Dimana mengendarai RG500 dan disini dirinya sudah mencetak adanya kemenangan 500cc pertama yang mana mengesankan di negara Belanda sana. Lalu pada tahun 1976 silam, dirinya langsung saja memenangkan adanya 5 seri dari GP 500 cc untuk menjadi juara dunia. Dan musim selanjutnya sendiri Sheene mampu kembali berjaya lagi untuk team Suzuki. 

Juara MotoGP Team Suzuki 2

Bernama : Marco Lucchinelli di tahun 1981 Silam

Disini Lucchinelli sudah memulai karir balap jalanannya pada tahun 1975 di kawasan Laverda dalam balapan ketahanan. Tunggangannya sendiri juga cukup mengesankan bagi pabrik Yamaha di dalam memberinya motor cukup tangguh pada ajang kejuaraan Nasional Italia serta GP 350 cc. Dan di tahun 1976, dirinya sendiri sudah mengendarai adanya Suzuki pad ajang kejuaraan Dunia 500cc saja. Dan dimusim tahun 1977, dirinya langsung saja turun ke posisi 11 pada kejuaraan Dunia 500cc dengan mengendarai Yamaha. 

Marco Lucchinelli sendiri sudah menjalani adanya tahun terbaik yakni 1981. Dan disini dirinya bisa memulai langsung musim itu dengan kemenangan atas Kenny Roberts di dalam perlombaan non-kejuaraan Imola 200 yang bergengsi di negara Italia. Dirinya langsung saja kemudian bisa meraih 5 kemenangan GP 500 cc dan mampu dalam mengalahkan Randy Mamola untuk menjadi juara dunia. 

Sayangnya pada tahun 1982, Marco Lucchinelli ini mampu menerima sebuah tawaran pekerjaan dari Honda untuk balapan NS500 3 Silinder baru mereka bersama Freddie Spencer dan juga Takazumi Katayama. Dan disini dirinya sendiri akan mengalami sebuah musim yang kurang bersemangat. Pasalnya, disini Franco Uncini sudah menjadi juara dunia dengan adanya Motor berlogo Suzuki. 

Juara MotoGP Team Suzuki 3

Bernama : Franco Uncini dimulai dari tahun 1982

Dan setelah beberapa tahun dirinya mengecewakan dengan adanya team Yamaha, maka di tahun 1970 silam Franco Uncini ini sudah membeli suzuki dan meluncurkan langsung tim pribadinya sendiri di kelas 500cc. Dirinya ini adalah seorang Privateer peringkat teratas, baik itu pada tahun 1979 maupun di tahun 1980. Dirinya sendiri mampu mencapai Finish di posisi 5 dan juga 4 pada dua musim tersebut. 

Namun yang membuat ini terasa sangat disayangkan, kecelakaan menghalangi diri dari Franco Uncini hanya untuk tampil bagus pada musim tahun 1981 silam. Akan tetapi, setelah Marco bergabung langsung dengan Honda, disini Suzuki langsung saja menawarkan Uncini sepeda balap yang resmi langsung di sponsori oleh Pabrik yang dijalankan oleh timnya Roberto Gallina. 

Dengan kendaraan yang jauh lebih kompetitif, Uncini sendiri sudah memenangkan Kejuaraan Dunia tahun 1982. Dan disini dirinya bisa mencetak 5 kemenangan di Australia, Belanda, Yugoslavia, Inggris serta di negara Amerika Serikat. Dirinya sendiri juga menjadi seorang pembalap Italia yang terakhir untuk memenangkan Mahkota 500cc sampai pada Valentino Rossi menang di tahun 2001 silam. 

Juara MotoGP Team Suzuki 4

Bernama : Kevin Schwantz sudah ada sejak tahun 1993 silam. 

Pada akhir tahun 1980 an sampai dengan awal tahun 1990 an silam yang dikenang sebagai salah satu era paling kompetitif di GP 500cc. Dan persaingan ini sangat amat sengit dan melibatkan langsung Wayne Rainey,  Wayne Gardner, Mick Doohan, Eddie  Lawson dan juga ada Randy Mamola. Situasi ini jadi semakin menegangkan lagi ketika Schwantz dipercaya menjadi penunggang di tim Suzuki. 

Kevin Schwantz Presented with All-New 2017 GSX-R1000 Serial Number 34 |  Cycle World

Sempat juga dipandang dengan sebelah mata, Rider AS itu mencapai puncak karier sejak tahun 1993. Dan disini dirinya juga menjuarai GP 500cc setelah menang sebanyak 4x, lalu naik ke podium sebanyak 11x dan juga telah mengoleksi pada total 248 poin. Sayang juga, kecelakaan pada tahun 1994 bisa membuat Schwantz ini meninjau ulang dari karirnya. Dan pada awal musim tahun 1995, setelah menjalani adanya percakapan dengan Rainey, Schwantz sendiri memutuskan langsung untuk mengadakan pensiun dari Kompetisi sepeda Motor. Kurang lebihnya telah mengumpulkan langsung 25 kemenangan GP selama kariernya itu. Dan jumlah ini jauh lebih banyak dari Rainey, yang menjadi saingan terbesarnya. 

Juara MotoGP Team Suzuki 5

Yang terakhir ada Roberts, dimana ini adalah penunggang dan team dari suzuki yang bisa merasakan adanya podium juara Dunia MotoGP. Dirinya sendiri langsung saja bergabung dengan Suzuki sejak tahun 1999 silam dan hanya membutuhkan sebuah adaptasi satu musim saja menjadi seorang pembalap terbaik pada musim 2000. 

Akan tetapi, tanda-tanda dari Roberts ini akan sukses benar-benar terlihat semenjak dirinya memiliki debut bersama suzuki. Di negara Malaysia, bisa menghasilkan kemenangan yang sangat mengejutkan dengan mengalahkan juara bertahan yakni Michael Doohan. Dirinya sendiri kemudian memenangkan balapan keduanya di negara Jepang dan kembali lagi mampu mengalahkan Doohan. Kemenangan yang beruntun ini mampu menempatkan sebagai penantang kuat bagi Doohan. 

Sayang sekali, disini Doohan justru harus pensiun karena mengalami sebuah cedera yang dideritanya akibat kecelakaan di ser 3 Spanyol. Selain itu, tantangan utama kejuaraan dari datang rekan Setimnya yakni Alex Criville. Dan disini Criville sudah menjadi seorang Juara sedang Roberts berhasil menjadi seorang Runner Up saja. 

Bedanya dengan tahun 1999, dimana 2000 sudah menjadi musim bagi Roberts dan menghadapi adanya anak baru yakni Valentino Rossi, Roberts juga sudah tidak lagi memikirkan Criville. Dirinya mampu berhasill dalam menemukan sebuah konsistensi dengan meraih langsung 4 kemenangan dan juga 5 podium dalam 16x balapan. Roberts disini mampu meraih adanya gelar pertama pada 2 balapan sebelum akhir musim yakni di GP Rio de Janeiro pada posisi ke-6. Rossi sendiri sudah menjadi pemenang seri tersebut. 

Sampai pada akhirnya, duek dari Roberts dan Rossi di tahun 2000 ini berlanjut sampai ke tahun 2001. Dengan Rossi sendiri sudah mendominasi seri untuk memenangkan dasar gelar, Roberts sendiri hanya berhasil untuk naik podium tunggal dan bisa menyelesaikan adanya musim di posisi ke-11 yang sangat mengecewakan. Hal ini juga sudah menandai langsung berakhirnya era 2-tak 500cc seiring dengan adanya sebuah perubahan regulasi untuk musim 2002.